BONTANG – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 9 Bontang di isi dengan pembekalan krusial bagi para siswa baru. Mengangkat tema “Pelajar Anti Narkoba”, kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari ancaman nyata peredaran gelap narkotika sejak dini.
Hadir sebagai pemateri utama, dr. Melda, memberikan edukasi mendalam mengenai apa itu narkoba, efek buruknya bagi tubuh, hingga modus-modus licik peredarannya yang kini mulai menyasar kalangan remaja.
Apa Itu Narkoba?
Dalam paparannya, dr. Melda menjelaskan secara gamblang definisi medis dari narkoba.
“Narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik yang bersifat sintetis maupun semisintetis. Zat ini dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan yang paling berbahaya adalah menimbulkan ketergantungan,” ujar dr. Melda di hadapan ratusan siswa baru SMPN 9 Bontang.
Mengenal Efek dan Golongan Narkoba
Siswa diajak untuk mengenali tiga efek utama dari penyalahgunaan narkoba terhadap sistem saraf manusia. dr. Melda membaginya ke dalam tiga kategori besar:
- Depresan (Penurun Kesadaran): Bekerja menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh. Efeknya membuat pengguna merasa tenang, tertidur, atau bahkan tidak sadarkan diri.
- Stimulan (Memacu Kerja Tubuh): Merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan gairah kerja serta energi secara tidak wajar. Efeknya membuat pengguna menjadi sangat aktif, tidak mudah lelah, dan jantung berdebar lebih cepat.
- Halusinogen (Pengubah Persepsi): Mengakibatkan pengguna mengalami halusinasi atau melihat/mendengar hal-hal yang tidak nyata. Efek ini sangat merusak mental dan persepsi realitas visual seseorang.
Waspada Modus Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar
Lebih lanjut, dr. Melda mengingatkan para siswa untuk selalu waspada karena modus peredaran narkoba saat ini semakin beragam dan terselubung.
Narkoba tidak lagi hanya berbentuk pil atau serbuk konvensional, melainkan sering kali disamarkan dalam bentuk jajanan sehari-hari, seperti:
- Permen warna-warni yang menarik anak-anak.
- Camilan atau keripik yang disusupi zat adiktif.
- Rokok elektrik (vape) yang cairannya sudah dicampur narkoba cair.
Siswa diimbau untuk tidak mudah menerima pemberian makanan, minuman, atau barang dari orang yang tidak dikenal, serta berani berkata “TIDAK” jika ada teman yang membujuk untuk mencoba hal-hal mencurigakan.
Komitmen Sekolah Cetak Generasi Bersinar
Pihak sekolah SMPN 9 Bontang berharap, melalui sosialisasi di momen MPLS ini, para siswa baru tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, tetapi juga memiliki benteng iman dan pengetahuan yang kuat untuk menolak narkoba.
Dengan edukasi ini, diharapkan seluruh siswa SMPN 9 Bontang dapat menjadi Pelajar Anti Narkoba yang berprestasi dan membawa dampak positif bagi Kota Bontang ke depan.



