BONTANG – SMP Negeri 9 Bontang menyelenggarakan kegiatan Class Parenting bagi orang tua siswa kelas 7 pada Jumat, 6 November 2026. Acara bertajuk “Parenting Berkualitas di Tengah Kesibukan: Membangun Kemandirian dan Karakter Anak Tanpa Kehilangan Kehangatan Keluarga” ini berlangsung di Laboratorium IPA SMP Negeri 9 Bontang.
Kegiatan diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 9 Bontang, Ibu Lilyn Indriawati, M.Pd. Sebelum memasuki acara inti, seluruh peserta dan undangan menundukkan kepala sejenak dalam doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Abdilah Daeng Sibali.



Usai pembacaan doa, Ibu Lilyn Indriawati, M.Pd. menyampaikan sambutannya. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang siswa, khususnya saat anak-anak mulai memasuki masa transisi remaja di jenjang SMP.
Memasuki sesi utama, narasumber Ibu Trully Tisna Milasari, S.Psi., M.A.P. menyampaikan materi mendalam mengenai strategi mendampingi remaja. Dalam paparannya, beliau menguraikan beberapa poin kunci:
- Tahapan Remaja: Pembagian fase remaja mulai dari remaja awal, tengah, hingga remaja akhir.
- Fase Jembatan Rintangan: Menggambarkan dinamika perkembangan remaja yang diibaratkan seperti melintasi jembatan penuh rintangan dan tantangan.
- Ciri Unik Remaja: Membedah karakteristik khas remaja, termasuk kecenderungan emosional yang belum terkelola dengan matang.
- Rasa Ingin Tahu dan Kejenuhan: Mengulas alasan mendasar di balik tingginya rasa penasaran remaja terhadap hal-hal baru serta pemicu mereka cepat merasa bosan.
- Faktor Pengaruh Sikap: Empat elemen utama yang memengaruhi pilihan sikap remaja, yaitu lingkungan keluarga, teman sebaya, media sosial, dan sekolah.
Ibu Trully juga membagikan formula kunci dalam membentuk kemandirian remaja, yaitu Latih, Tahu, Mampu, dan Mau. Proses ini menekankan pentingnya latihan yang konsisten dan berkelanjutan, serta dukungan penuh dari orang tua meskipun proses yang dijalani anak belum sepenuhnya sempurna.



Antusiasme peserta terlihat tinggi saat memasuki sesi tanya jawab. Para orang tua dan wali murid aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan pengasuhan sehari-hari serta menyampaikan saran konstruktif. Ibu Trully menyambut hangat setiap pertanyaan dan memberikan solusi praktis berbasis pendekatan psikologi keluarga.
Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua siswa kelas 7 SMP Negeri 9 Bontang dapat menerapkan pola asuh yang adaptif—menumbuhkan karakter mandiri pada anak tanpa mengurangi kehangatan dan rasa aman di dalam keluarga.