Kalimantan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi salah satu bencana serius yang mengancam lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kalimantan. Masalah ini disampaikan oleh Kak Ican dalam sebuah sesi materi pada Jumat, 11 September 2026.



Dampak kesehatan dari paparan asap ini sangat berbahaya, terutama memicu gangguan pernapasan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Data Kementerian Kesehatan per 9 September 2026 mencatat lebih dari 113.000 orang mengalami gangguan pernapasan yang berkaitan langsung dengan bencana kebakaran ini.
Penyebab utama karhutla di Kalimantan meliputi:
- Lahan yang sengaja dibakar
- Kondisi kekeringan atau musim kemarau panjang
- Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan
Untuk mencegah memburuknya situasi, beberapa langkah solusi yang dapat dilakukan antara lain tidak membuang puntung rokok sembarangan, menjaga kelestarian hutan, serta aktif menanam bibit pohon.
Kebakaran hutan bukan sekadar merusak ekosistem, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Dalam menghadapi krisis ini, Palang Merah Remaja (PMR) dapat mengambil peran aktif melalui tindakan kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, pemberian pertolongan pertama, serta berbagai kegiatan kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan penekanan Palang Merah Indonesia (PMI) mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan respons pertolongan pertama saat bencana terjadi.



seru bangat
berhati hati saat keluar wajib mengunakan masker
semangat
kak rayyan dan kak faiz menjelaskan bahwa dampak kesehatan dari asap kebakaran hutan sangat lah bahaya,terutama memicu gangguan pernapasan
jangan buang puntung roko di daera hutan karna lagi musim kemarau
Hentikan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan