BONTANG – Puluhan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tampak antusias mengikuti kegiatan Materi Organization and Red Cross Awareness (MOCA). Kegiatan diawali dengan ice breaking seru yang berhasil mencairkan suasana dan membakar semangat para peserta sebelum memasuki materi inti.



Memasuki sesi materi, para peserta diajak untuk mengenal bentuk dan fungsi lambang Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Di bawah bimbingan para pembina, yaitu Kak Randa dan Kak Desti, peserta mempelajari aturan penggunaan lambang yang tepat.
Guna memperjelas pemahaman, Pembina memberikan contoh gamblang mengenai penggunaan lambang yang tepat dan tidak tepat:
- Penggunaan Tidak Tepat (Penyalahgunaan): Menempelkan lambang pada poster film bioskop atau kemasan/bungkus obat-obatan komersial.
- Penggunaan Tepat: Digunakan sebagai tanda pelindung (saat konflik bersenjata untuk personel dan fasilitas medis) serta tanda pengenal (menunjukkan identitas resmi organisasi Palang Merah/Bulan Sabit Merah).
Tak hanya itu, peserta juga dibekali wawasan sejarah mengenai pembentukan Palang Merah Indonesia (PMI). PMI didirikan persis satu bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni pada 17 September 1945, melalui kerja keras Panitia Lima yang diketuai oleh Dr. R. Mochtar.
Sesi MOCA ditutup dengan pemaparan peran nyata aksi sukarela PMI di tengah masyarakat. Berbagai aksi kemanusiaan yang telah diterjunkan secara sukarela antara lain:
- Penanganan bencana kebakaran di Bontang Kuala
- Penanggulangan banjir besar di Guntung
- Penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penyakit
- Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat
- Partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan
Melalui kegiatan MOCA ini, diharapkan para anggota PMR tidak hanya memahami aturan dan sejarah organisasi, tetapi juga menumbuhkan jiwa kepedulian sosial yang tinggi dalam aksi kemanusiaan.


