Bontang, 04 Desember 2025 – SMP Negeri 9 Bontang menunjukkan komitmennya dalam membekali siswa dengan pengetahuan kesehatan yang krusial melalui kegiatan edukasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Acara yang dilaksanakan di lingkungan sekolah ini memisahkan peserta laki-laki dan perempuan untuk memastikan penyampaian materi yang lebih terfokus dan nyaman.
Kegiatan berlangsung di dua lokasi terpisah: Laboratorium IPA dikhususkan bagi siswi (perempuan), sementara Perpustakaan menjadi tempat berkumpulnya siswa (laki-laki). Seluruh sesi dibawakan oleh narasumber ahli, Elsa Asri, A.Md.K.P.


Fokus Materi untuk Siswi (Perempuan)
Ibu Elsa Asri, A.Md.K.P., mengawali sesi dengan memaparkan secara rinci mengenai Ciri-ciri Pubertas Wanita, meliputi:
- Munculnya jerawat pada wajah.
- Perkembangan fisik seperti payudara membesar dan pinggul melebar.
- Pertumbuhan bulu tipis di sekitar ketiak.
- Perubahan emosi yang menjadi lebih sensitif atau tidak stabil.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mendalam mengenai Menstruasi, di mana dijelaskan bahwa:
- Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina akibat luruhnya dinding rahim.
- Proses ini umumnya terjadi sebulan sekali dan dipengaruhi oleh hormon.
- Darah menstruasi biasanya berlangsung selama 7 hari dengan siklus antara 21 hingga 35 hari.
- Pentingnya minum obat tambah darah untuk mencegah risiko anemia selama menstruasi.
Narasumber juga menekankan pentingnya asupan nutrisi, khususnya makanan yang tinggi zat besi, seperti daging, hati ayam, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, sebagai upaya pencegahan anemia.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri dan Dampak Perilaku Berisiko
Selain materi pubertas dan menstruasi, Ibu Elsa Asri juga memberikan panduan praktis mengenai Cara Menjaga Alat Kelamin yang benar, yaitu:
- Membilas dengan air bersih yang mengalir.
- Mengganti celana dalam segera ketika sudah basah.
- Mengeringkan area vagina dengan kain bersih setelah buang air.
Sesi ditutup dengan pemaparan tentang Akibat dari Tidak Menjaga Diri atau melakukan perilaku seksual berisiko, termasuk:
- Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD).
- Penyakit Menular Seksual (PMS).
- Tindakan aborsi yang berbahaya.
- Dampak sosial seperti putus sekolah.
- Berbagai dampak kejiwaan dan risiko kesehatan akibat kehamilan di usia muda.
Upaya Pencegahan dan Data Faktual
Sebagai penutup, ditekankan pula Upaya Pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja, yaitu dengan:
- Memperkuat Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Fokus pada Tugas dan Sekolah sebagai prioritas utama.
- Memanfaatkan waktu dengan hal-hal positif dan produktif.
Data mencengangkan turut disampaikan oleh narasumber: Dalam 10 tahun terakhir, sekitar 140 juta remaja di dunia terpaksa menikah dini, sebagian besar dengan alasan kehamilan. Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-37 dalam kasus tekanan sosial dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang seringkali menjadi dampak lanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa dan siswi SMP Negeri 9 Bontang agar mereka mampu menjaga kesehatan reproduksi, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, dan mencapai potensi diri secara maksimal.