JAKARTA — Kemeriahan Festival Literasi 2026 semakin memuncak pada pelaksanaan hari keduanya, Jumat (14/8/2026). Berlokasi di area utama festival, ribuan pengunjung dari berbagai kalangan memadati area acara sejak pagi hari untuk menyaksikan serangkaian perlombaan kreatif serta sesi talkshow inspiratif.
Hari kedua ini menjadi panggung pembuktian bakat bagi para generasi muda melalui tiga cabang perlombaan utama: Lomba Bertutur, Lomba Dongeng, dan Lomba Pantomim.
Unjuk Bakat dan Imajinasi di Panggung Lomba
Suasana meriah dan penuh puji decak mengiringi jalannya perlombaan yang tersebar di beberapa panggung terpisah:
- Lomba Bertutur: Para peserta tingkat sekolah dasar hingga menengah berhasil memukau dewan juri dengan kemampuan menyampaikan kisah-kisah lokal dan cerita sejarah tanpa teks, mengandalkan kekuatan artikulasi dan penjiwaan.
- Lomba Dongeng: Panggung ini dipenuhi warna-warni kostum dan properti unik. Para pendongeng ulung sukses membawa penonton larut dalam dunia imajinasi lewat permainan karakter suara dan ekspresi yang mengocok perut sekaligus sarat pesan moral.
- Lomba Pantomim: Menjadi salah satu daya tarik terbesar, lomba pantomim menghadirkan aksi-aksi bisu namun penuh makna. Tanpa kata-kata, para peserta bertata rias khas putih-hitam berhasil menyampaikan cerita komedi hingga drama menyentuh hanya melalui olah tubuh dan mimik muka.
“Tahun ini antusiasme peserta sangat luar biasa. Di lomba pantomim dan bertutur saja, imajinasi anak-anak dalam menerjemahkan literasi ke dalam bentuk seni pertunjukan sangat di luar ekspektasi kami,” ujar salah satu koordinator acara.



Talkshow Literasi: Membangun Budaya Baca di Era Digital
Tidak kalah riuh dari panggung lomba, area main stage dipenuhi pengunjung yang menyimak sesi Talkshow Literasi. Sesi bincang santai ini menghadirkan pegiat literasi, penulis ternama, dan kreator konten edukasi.
Dalam talkshow tersebut, para narasumber berbagi pandangan tentang pentingnya mengemas literasi agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda saat ini—salah satunya melalui seni mendongeng dan media visual seperti yang dilombakan hari ini. Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme pengunjung yang melontarkan berbagai pertanyaan seputar tips menulis dan konsistensi membaca.
Menuju Hari Puncak
Festival Literasi 2026 masih akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Selain lomba bertutur, dongeng, dan pantomim, hari-hari berikutnya akan diisi dengan pameran buku, lokakarya penulisan.


