BONTANG — Melengkapi kemeriahan Festival Literasi 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Daerah pada Kamis (13/8/2026), agenda kedua menghadirkan sesi bedah buku dan diskusi literasi yang mengusung tema Petualangan Edukatif dan Kemanusiaan.
Fokus utama pada agenda ini adalah pengenalan novel berlatar belakang alam karya Ketua Forum Lingkungan Pena (FLP) Kota Bontang sekaligus penulis, Kartini Hilmatunnida, M.Pd. Buku ini membawa pembaca melintasi keindahan serta tantangan pelestarian alam di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).



Sorotan Isu dan Alur Cerita Novel
- Tokoh Utama dan Keluarga: Narasi buku berpusat pada tokoh utama bernama Syamil, yang berpetualang bersama Paman Syamil, serta didampingi oleh Ayah dan Ibu Syamil. Konflik dan petualangan keluarga ini menyelipkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian lingkungan, serta keharmonisan keluarga.
- Edukasi Keterampilan Tradisional: Selain menyajikan cerita fiksi yang mendidik, novel ini memuat panduan praktis, salah satunya memaparkan tata cara membuat alat berburu tradisional masyarakat lokal, yaitu sumpit.
- Manfaat Membaca: Lewat dinamika petualangan Syamil, buku ini secara tersirat menekankan pentingnya membaca sebagai jendela untuk memahami alam liar dan menjaga kelestarian TNK.
Sesi Tinjauan dan Perspektif Pembaca
Dalam penjelasannya, Kartini Hilmatunnida, M.Pd. membagikan cerita singkat di balik proses kreatif penulisan buku tersebut, termasuk dorongan untuk mempromosikan kearifan lokal Kalimantan Timur ke tingkat yang lebih luas.
Acara dilanjutkan dengan ulasan dari pengurus FLP Kota Bontang, Suci Oktaviani, M.Pd., yang membedah buku dari perspektif pembaca. Ia menyampaikan bahwa novel ini berhasil memadukan unsur imajinasi anak, pengetahuan ekologi, dan keterampilan bertahan hidup secara komunikatif sehingga sangat relevan dijadikan bahan bacaan edukatif untuk generasi muda.


