BONTANG – Mengangkat isu krusial di kalangan remaja, tim kesehatan dari Puskesmas Bontang Utara 2 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan mental bertajuk “Luka yang Tak Terlihat” pada Senin (10/8/2026). Acara ini diisi oleh pemateri Kak Mia bersama timnya—Kak Nita, Kak Selvati, dan Kak Wilson—yang mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap kondisi emosional diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan refleksi awal mengenai kesehatan mental Gen Z, khususnya dalam memahami reaksi emosional terhadap kejadian menyakitkan atau dinamika masalah keluarga. Tim pemateri membagikan panduan penting dalam mendeteksi perubahan perilaku teman sebaya sebagai bentuk deteksi dini masalah psikologis.
Metode P3LP dan Bantuan Profesional
Dalam sesi utama, Kak Mia dan tim mengenalkan metode P3LP:



- Memperhatikan: Mengamati perubahan emosi dan perilaku teman.
- Mendengarkan (Tahap 2): Menjadi pendengar yang baik tanpa mendatangkan penghakiman.
- Menghubungkan: Membantu mengarahkan ke penanganan yang tepat.
- Jangan Hadapi Sendirian (Tahap 3): Mendorong pencarian bantuan dari orang dewasa terpercaya maupun layanan profesional.
Para peserta juga dibekali pemahaman mengenai sinyal bahaya dan keadaan mendesak yang membutuhkan penanganan tenaga ahli segera. Untuk situasi darurat, tim membagikan daftar kontak layanan curhat tahun 2026 serta akses layanan cepat seperti healing 119.id.
Mitos, Fakta, dan Kotak P3K Emosional
Selain meluruskan mitos vs fakta seputar kesehatan mental dan pentingnya membangun batasan diri (boundaries) yang sehat, peserta diajak mempraktikkan teknik relaksasi Square Breathing. Latihan ini menjadi bagian dari strategi koping untuk mengelola tekanan dan menjaga “Kotak P3K Emosional” pribadi.
Melalui edukasi ini, Puskesmas Bontang Utara 2 berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang saling menjaga dan mendampingi sesama.
“Jadilah pahlawan bagi dirimu dan temanmu mulai hari ini. Mari kita lebih peka, lebih peduli, dan berani untuk bicara tentang luka yang tak terlihat.”


