BONTANG, 13 Juli 2026 – Memasuki tahun ajaran baru, SMP Negeri 9 Bontang menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada Senin (13/7). Mengangkat isu kritis yang tengah menjadi perhatian nasional, MPLS kali ini mengusung tema utama “Stop Bullying” guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa baru.
Acara yang dipandu oleh Mis Ida dari dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DP3AKB). Mis Ida selaku pembawa acara ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Dalam pembukaannya, ditegaskan bahwa perundungan atau bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang maupun sekelompok orang. Edukasi ini menjadi sangat krusial mengingat maraknya kasus bullying yang bahkan berujung maut di dunia pendidikan Indonesia.
Mengenal 4 Jenis Bullying
Untuk meningkatkan kewaspadaan para siswa, dalam materi sosialisasi dipaparkan empat jenis bullying yang kerap terjadi di lingkungan remaja:
- Verbal Bullying: Perundungan lewat kata-kata, seperti mencela, mengejek, atau memanggil dengan sebutan buruk.
- Physical Bullying: Perundungan fisik yang melibatkan kontak langsung, seperti memukul, menendang, atau merusak barang milik orang lain.
- Social Bullying: Perundungan sosial berupa tindakan mengucilkan, menyebarkan rumor, atau merusak reputasi seseorang.
- Cyberbullying: Perundungan di dunia maya melalui media sosial atau pesan digital.
Faktor Penyebab Terjadinya Bullying
Selain mengenali bentuk-bentuknya, para siswa baru juga dibekali pemahaman mengenai faktor pemicu terjadinya tindakan perundungan. Terdapat 4 penyebab utama seseorang melakukan bullying, yaitu:
- Ingin Dipandang Hebat: Adanya dorongan untuk diakui atau ditakuti oleh teman sejawat.
- Kurangnya Rasa Empati: Ketidakmampuan merasakan atau peduli terhadap penderitaan orang lain.
- Berlaku Semena-mena: Sikap acuh dan merasa bebas bertindak tanpa memikirkan norma atau norma sekolah.
- Rasa Iri dan Tidak Mau Mengalah: Ketidakmampuan menerima kelebihan orang lain serta enggan menurunkan gengsi.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar dan tumbuh, bukan tempat yang menakutkan bagi anak-anak kita. Mari kita wujudkan sekolah bebas dari kekerasan.”
Melalui kegiatan MPLS Ramah ini, SMP Negeri 9 Bontang berharap seluruh siswa baru dapat saling menghargai, menumbuhkan rasa empati, serta berani menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk perundungan sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan di sekolah.



