BONTANG — Suasana khidmat dan penuh kedisiplinan menyelimuti lapangan SMP Negeri 9 Bontang pada pelaksanaan upacara bendera hari Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan rutin mingguan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf karyawan dengan antusiasme yang tinggi.
Pada kesempatan kali ini, petugas upacara dipercayakan penuh kepada siswa-siswi kelas 9A di bawah bimbingan wali kelas mereka, Bapak Anwar, S.Pd. Seluruh rangkaian pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, hingga UUD 1945 berhasil dijalankan dengan sangat apik dan lugas oleh para petugas.



Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Dwi Setyorini, S.Pd., menyampaikan amanat penting mengenai sikap taat, patuh, dan tanggung jawab yang wajib dimiliki oleh setiap pelajar.
Dalam amanatnya, beliau mengingatkan bahwa taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah serta nasihat guru bukan sekadar bentuk kepatuhan buta, melainkan wujud rasa hormat dan cara membentuk karakter yang berakhlak mulia. Beliau menegaskan bahwa tugas utama seorang murid tidak hanya datang dan duduk di dalam kelas, melainkan menuntaskan kewajiban belajar dengan sungguh-sungguh serta menjaga nama baik sekolah dan orang tua.
“Taat, patuh, dan tanggung jawab seorang murid dimulai dari hal-hal sederhana—seperti datang tepat waktu, menjaga kerapian, menghormati guru, serta mengerjakan tugas dengan jujur. Jika hal-hal ini konsisten kalian terapkan, kalian sedang membangun fondasi masa depan yang kokoh dan berintegritas,” tegas Bu Dwi Setyorini dalam pidatonya.
Beliau juga menekankan bahwa siswa kelas 9 harus mampu menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya di SMP Negeri 9 Bontang dalam menunjukkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab selama menuntut ilmu.



Setelah rangkaian upacara bendera selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa informasi penting dari pihak sekolah:
- Pengumuman dari Wakakurikulum (Ibu Afina Lestari, S.Pd.):Beliau memberikan imbauan tegas mengenai kerapian penataan diri siswa, khususnya aturan kerapian rambut agar selalu rapi dan sesuai standar tata tertib demi menjaga kedisiplinan serta citra diri sebagai pelajar.
- Pengumuman dari Ibu Nika Wulandari, S.Pd.:Beliau mengingatkan seluruh siswa untuk membiasakan diri membawa tumbler (botol minum sendiri) guna mendukung lingkungan sekolah yang bebas dari sampah plastik. Selain itu, beliau menguraikan kembali aturan dan kesepakatan bersama saat siswa memohon izin keluar kelas pada saat jam pembelajaran berlangsung agar suasana belajar tetap tertib dan kondusif.



Upacara yang berlangsung tertib ini ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pembubaran barisan. Seluruh peserta upacara kemudian kembali ke kelas masing-masing untuk memulai aktivitas pembelajaran yang baru dengan semangat baru.
mantap pok
bismilllah taat